US Market:
DJIA: 25,115.76 (+0.97%)
S&P500: 2,711.74 (+1.09%)

Bursa saham AS ditutup menguat pada akhir perdagangan kemarin, meskipun ketiga indeks utama, yakni Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq masing-masing mencatatkan penurunan bulanan terbesar sejak Jan 2016, Sep 2011, dan Nov 2008. Sepanjang bulan Okt, indeks Dow Jones kehilangan -5.1%, sementara itu, indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing kehilangan -6.9% dan -9.2%. Kekhawatiran terhadap meningkatnya suku bunga acuan, perselisihan dagang global, dan kemungkinan pelambatan laba emiten di AS telah mempengaruhi sentimen investor di bulan kemarin, dengan sektor teknologi yang telah mendapatkan pukulan terbesar. Di sisi pergerakan saham individual, saham Facebook Inc naik +3.8%, setelah raksasa media sosial itu mengatakan margin akan berhenti menyusut pasca 2019 karena biaya dari skandal mereda. Sementara itu, saham General Motors Co melonjak +9.1% atau kenaikan harian terbesar sejak akhir Mei, setelah produsen mobil nomor satu AS ini membukukan kinerja kuartalan yang kuat.

European Market:
Dax: 11,447.51 (+1.42%)
EuroStoxx 600: 361.61 (+1.71%)
FTSE 100: 7,128.10 (+1.31%)

Bursa saham Eropa berhasil menguat pada akhir perdagangan kemarin, meskipun mencatatkan pelemahan di bulan Okt sebesar -5.6% yang merupakan kinerja bulanan terburuk sejak Jan 2016. Sektor basic resources memimpin penguatan dengan kenaikan mendekati +3.6%, di tengah antisipasi laporan keuangan emiten yang lebih baik dari ekspektasi. Saham L’Oreal melonjak +6.7%, setelah naiknya pertumbuhan penjualan di induk Maybelline pada kuartal ketiga, karena meningkatnya permintaan di Asia. Sementara itu, saham raksasa farmasi Prancis, Sanofi naik +6.7%, setelah mencatatkan kinerja positif di kuartal ketiga dan menaikkan target laba 2018 untuk kedua kalinya tahun ini. Lebih lanjut, saham Santander dan Standard Chartered masing-masing naik +2.9% dan +3.1%, setelah kedua bank ini membukukan laba yang melebihi ekspektasi para analis. Di sisi lain, tingkat inflasi kawasan Eropa tercatat tumbuh +2.2% YoY di bulan Okt, lebih tinggi dari periode sebelumnya di +2.1% YoY.

Asian Market:
Nikkei: 21,920.46 (+2.16%)
SHComp: 2,602.78 (+1.35%)

Mayoritas bursa saham Asia ditutup menguat pada perdagangan terakhir di bulan Okt tahun ini. Namun di sepanjang bulan Okt ini, indeks Shanghai Composite hampir terkoreksi -7.5%, sementara itu, indeks Shenzhen Composite melemah sekitar -10.2%. Di bursa saham Jepang, saham Sony menguat +4.74%, setelah perusahaan menaikkan prediksi laba tahunan sebesar 30% di tengah kinerja kuartal kedua yang kuat. Di sisi data ekonomi, manufacturing PMI China bulan Okt dirilis pada angka 50.2, lebih rendah dibanding ekspektasi analis di 50.6 maupun periode sebelumnya di 50.8. Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) sesuai ekspektasi mempertahankan suku bunga acuan di level -0.1% dan berkomitmen untuk menjaga imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun di kisaran 0% (nol persen).

Indonesian Market:
JCI: 5,832 (+0.74%)
USD/IDR: 15,203 (-0.13%)
Net Foreign Buy: +IDR 1.5 triliun

Indeks JCI ditutup menguat pada akhir perdagangan kemarin, meskipun masih mencatatkan koreksi -2.4% di sepanjang bulan Okt. Investor asing kembali membukukan posisi net buy untuk hari kelima dan sekaligus yang terbesar sejak 15 Jan kemarin. Kondisi ini membatasi keseluruhan net outflow investor asing di sepanjang bulan lalu menjadi IDR 3.41 triliun ($224 juta). Saham-saham perbankan, seperti BBRI (+3.96%), BBCA (+0.64%), BMRI (+4.98%), dan BBNI (+2.09%) menguat secara serentak. Sementara itu, saham-saham konsumer cenderung mixed, dimana ICBP (+3.18%), INDF (+4.82%), KLBF (+1.48%) mencatatkan penguatan, sementara itu, HMSP (-3.62%), UNVR (-2.87%), dan GGRM (-0.14%) ditutup pada zona merah. Di sisi lain, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatatkan realisasi investasi langsung pada kuartal III sebesar IDR 173.8 triliun atau turun -1.6% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar IDR 176.6 triliun. Penurunan ini didorong oleh anjloknya realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar -20.2% menjadi IDR 89.1 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar IDR 111.7 triliun.

Disclaimer On

Sources: BNP Paribas

Pin It on Pinterest

Share This