US Market:
DJIA: 25,971.06 (+0.44%)
S&P500: 2,887.89 (+0.37%)

Bursa saham AS ditutup menguat pada perdagangan kemarin, didorong oleh kenaikan saham Apple dan harga minyak mentah. Sehari menjelang peluncuran model iPhone terbarunya, saham Apple Inc. menguat +2.5% dan berhasil mendorong sektor teknologi pada indeks S&P naik sebesar +0.8% atau kenaikan persentase terbesar dalam dua pekan terakhir. Di samping itu, adanya sanksi AS yang menekan ekspor minyak mentah Iran dan memperketat pasokan global juga memicu kenaikan harga minyak global. Kondisi ini mendorong sektor energi dalam indeks S&P 500 naik sebesar +1%, dimana saham Exxon Mobil dan Chevron masing-masing menguat +1.4% dan +0.5%. Di sisi lain, pihak Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden Trump telah menerima surat dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un untuk menggelar pertemuan lanjutan sebagai tindak lanjut dari pertemuan bersejarah antara kedua pemimpin di Singapura pada Jun kemarin. Pemerintahan Trump menyambut baik atas permintaan tersebut dan menyatakan sedang melakukan koordinasi untuk mengadakan pertemuan kedua dengan pemimpin Korea Utara tersebut.

European Market:
Dax: 11,970.27 (-0.13%)
EuroStoxx 600: 375.31 (-0.05%)
FTSE 100: 7,273.54 (-0.08%)

Bursa saham Eropa ditutup flat pada perdagangan kemarin, dimana fokus investor cenderung tertuju kepada perkembangan isu perdagangan global. Sektor minyak dan gas menguat +1.42%, seiring dengan kenaikan harga minyak mentah menyusul adanya sanksi AS kepada Iran dan potensi badai besar Florence untuk melanda pantai timur AS. Sementara itu, supplier perusahaan Apple, seperti ams AG (-2.89%) dan STMicroelectronics (-1.76%) mengalami koreksi, setelah Presiden Trump menyatakan Apple terkena dampak negatif atas tarif impor yang dikenakan terhadap produk China dan menghimbau supaya perusahaan teknologi raksasa tersebut memindahkan produksinya ke AS. Di sisi lain, negosiator dari Uni Eropa yang mewakili perundingan Brexit, Michael Barnier menyatakan kesepakatan Brexit mungkin dapat terjadi antara 6 hingga 8 minggu ke depan, asalkan Inggris bersedia mematuhi ketentuan sebagaimana yang diajukan oleh Uni Eropa.

Asian Market:
Nikkei: 22,664.69 (+1.30%)
SHComp: 2,664.80 (-0.18%)

Bursa saham Asia ditutup mixed pada perdagangan kemarin, dimana bursa saham Hong Kong (-0.71%) kembali terkoreksi untuk hari kedua dan telah mencatatkan penurunan lebih dari -20% dari rekor tertinggi pada Jan 2018 kemarin. Pendiri dan Chairman of the Board Alibaba Group, Jack Ma mengumumkan akan mundur dari perusahaan e-commerce terbesar di China, Alibaba secara resmi pada hari Senin kemarin. Alibaba juga telah menunjuk Daniel Zhang yang saat ini menjabat CEO Alibaba sebagai penerus Jack Ma pada 10 Sep 2019 mendatang. Selama 12 bulan ke depan, Jack Ma akan terus menjabat sebagai Executive Chairman perusahaan untuk memastikan proses peralihan kepimpinan ini berjalan mulus. Di sisi lain, China dikabarkan akan meminta izin kepada Dispute Settlement Body WTO di pertemuan khusus pada 21 Sep mendatang untuk menjatuhkan sanksi kepada AS, menyusul komentar Presiden Trump terkait tambahan tarif terhadap produk impor China senilai $267 miliar.

Indonesian Market:
JCI: 5,831 (NA)
USD/IDR: 14,857 (NA)
Net Foreign Buy / Sell: NA

Indeks JCI libur pada perdagangan kemarin dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriah. Pada hari Senin kemarin, indeks JCI mengalami koreksi -0.35% di tengah net sell dari investor asing yang memasuki hari ketujuh. Di sisi lain, Go-Jek melakukan investasi ke perusahaan media startup, Kumparan sebagai langkah ekspansi ke online content. Investasi ini dilakukan melalui divisi Go-Ventures yang baru saja dirilis, namun dengan nominal yang belum diketahui. Sementara itu, dalam kunjungan kerjanya ke Korea Selatan yang bertepatan dengan 45 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Korea Selatan, Presiden Joko Widodo menyatakan telah resmi menandatangani sejumlah MoU dengan potensi investasi senilai $6.2 miliar (setara dengan IDR 91.76 triliun dengan kurs IDR 14,800 per dolar AS).

Disclaimer On

Sources: BNP Paribas

Pin It on Pinterest

Share This